Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

Pendaki Cantik di Gunung Prau Pulih Hipotermia Usai Ditembak Teman Pria
Wonosobo

Gara-gara Ditembak Pacar di Suhu Minus 3 Derajat, Pendaki Wanita di Gunung Prau Langsung “Sembuh” Hipotermia

Sebuah kejadian unik dan menggelitik terjadi di jalur pendakian Gunung Prau via Dieng, Kabupaten Wonosobo. Seorang pendaki wanita yang sempat dilaporkan mengalami hipotermia berat mendadak pulih setelah teman prianya menyatakan cinta (nembak) di puncak gunung.

Pendaki Cantik di Gunung Prau Pulih Hipotermia Usai Ditembak Teman Pria
Pendaki Cantik di Gunung Prau Pulih Hipotermia Usai Ditembak Teman Pria

Aksi tak biasa ini mendadak viral di media sosial usai diunggah oleh akun Instagram @basecamp_prau_dieng. Dinarasikan, tim rescue sempat bersiap melakukan evakuasi darurat setelah menerima laporan terkait kondisi kritis seorang pendaki. Namun, penanganan terbukti tak hanya mengandalkan peralatan medis, melainkan sentimental.

“Laporan darurat masuk ke basecamp: Kondisi kritis, hipotermia berat, kesadaran menurun drastis… Tapi alam punya cerita lain. Begitu si cowok akhirnya menyatakan cinta, si cewek langsung sehat bugar seketika tanpa selimut termal,” tulis keterangan video unggahan tersebut.

Pendakian Tektok di Suhu Ekstrem Minus 3 Derajat Celcius

Petugas Rescue Gunung Prau via Dieng, Suhada, membenarkan peristiwa manis tersebut. Ia menjelaskan kejadian berlangsung pada Sabtu (25/7) ketika sejoli tersebut melakukan pendakian tektok (tanpa menginap) sekitar pukul 02.00 atau 03.00 WIB.

Kondisi cuaca di kawasan Dieng dan Puncak Gunung Prau saat itu diketahui cukup ekstrem dengan suhu udara merosot hingga mencapai -3°C.

Setibanya di area Sunrise Camp, pendaki wanita yang kelelahan dan kedinginan mengalami gejala hipotermia hingga akhirnya menghubungi petugas basecamp untuk meminta bantuan evakuasi.

Inisiatif Cerdas Tim Rescue: Bunga Tompok dan Hiburan

Menerima laporan darurat, sebanyak enam personel tim rescue langsung bergerak menyisir jalur. Untuk menurunkan tingkat stres dan memulihkan psikologis korban, petugas menggunakan pendekatan persuasif dengan menyelipkan candaan.

Melihat respons teman pria korban yang komunikatif, petugas rescue berinisiatif memprovokasi suasana dengan memberikan setangkai bunga tompok (bunga khas pegunungan) kepada si pria agar memberanikan diri menyatakan perasaan.

“Nah, kita bercanda itu bilang ke cowoknya, ‘Mas, tembak aja biar Mbaknya langsung sembuh,’ sambil kita kasih bunga. Ternyata cowoknya merespons dan langsung bilang, ‘Mau enggak jadi pacar aku?'” tutur Suhada menirukan momen lucu tersebut.

Sembuh Efektif dan Berakhir Jadian

Meskipun sempat menolak secara lisan, pendaki wanita tersebut tetap menerima bunga pemberian sang pria dengan tersipu malu diiringi sorak ‘cie-cie’ dari tim penyelamat.

Suhada menegaskan bahwa selain hiburan emosional, pihak rescue tentu tetap memberikan pertolongan pertama berupa pemberian obat, makanan hangat, dan pendampingan. Kombinasi pertolongan medis ringan serta suasana hati yang bahagia terbukti ampuh mempercepat proses pemulihan fisik korban.

Kisah manis ini berakhir bahagia. Beberapa hari pascakejadian, pendaki wanita tersebut memberi kabar kepada petugas basecamp bahwa mereka berdua kini telah resmi menjalin hubungan asmara.

error: Content is protected !!