Rehabilitasi Jalan Rake Kayuwangi Wonosobo: Dari 4 Meter Jadi 6 Meter, Wisatawan Lebih Nyaman
Rehabilitasi Jalan Rake Kayuwangi di Kabupaten Wonosobo membawa perubahan besar bagi warga setempat dan wisatawan. Jalan yang selama ini dikenal sempit, rawan banjir, dan minim fasilitas pengamanan kini berubah menjadi lebih lebar dan nyaman, sekaligus memperkuat fungsinya sebagai jalur vital pariwisata dan penghubung antarkabupaten.

Kondisi Jalan Rake Kayuwangi Sebelum Rehabilitasi
Sebelum dilakukan rehabilitasi, kondisi Jalan Rake Kayuwangi kerap menimbulkan keresahan. Ahmad Khafidin, warga setempat yang hampir setiap hari melintasi jalan ini, mengungkapkan persoalan utama adalah banjir dan material bebatuan yang membahayakan pengguna jalan.
“Dulu sebelum ada perbaikan sering banjir, air banyak masuk ke jalan dan batu-batu kecil juga sering ke jalan,” ungkapnya, Jumat (30/1/2026).
Kondisi tersebut diperparah dengan sistem drainase yang belum optimal, terutama di kawasan perbatasan destinasi wisata. Selain persoalan banjir, Ahmad juga menyoroti minimnya fasilitas pendukung keselamatan jalan, seperti kurangnya penerangan dan pengamanan yang membuat jalur ini rawan, khususnya di area atas atau Sigedang.
Pelebaran Jalan: Dari 4 Meter Menjadi 6 Meter
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo, Nurudin Ardiyanto, menjelaskan bahwa rehabilitasi Jalan Rake Kayuwangi merupakan bagian dari peningkatan infrastruktur jalur pariwisata.
“DPUPR telah menyelesaikan rehabilitasi ruas jalan nomor 88 Rake Kayuwangi Rejosari-Sikatok, Kabupaten Wonosobo,” ungkapnya.
Ruas jalan yang sebelumnya memiliki lebar sekitar 4 meter kini diperlebar menjadi 6 meter. Pekerjaan didominasi oleh pelebaran jalan, mengingat Jalan Rake Kayuwangi merupakan jalur wisata yang melintasi sejumlah destinasi unggulan.
Jalur Penghubung Wisata Strategis
“Jalan ini bisa menghubungkan seperti Desa Wisata Tambi di Kabupaten Wonosobo dan kawasan wisata Sibajag di Kabupaten Temanggung,” lanjut Nurudin.
Sebelum rehabilitasi, jalur ini kerap mengalami kemacetan saat libur panjang karena lebar jalan terbatas, khususnya di area tikungan. Padahal, jalan ini merupakan akses penting dan pintu masuk wisatawan dari Kota Semarang dan sekitarnya.
Detail Paket Pekerjaan Rehabilitasi
Paket pekerjaan rehabilitasi bersumber dari dana keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan pagu anggaran sebesar Rp2,1 miliar. Pelaksanaan dimulai pada 16 Oktober 2025 dan selesai pada 19 Desember 2025.
Hasil pekerjaan meliputi:
- Pelebaran dan pengerasan aspal: Panjang 600 meter, lebar rata-rata 2 meter
- Saluran drainase jalan: Sepanjang 170 meter
- Senderan pengamanan jalan: Sepanjang 500 meter dengan tinggi rata-rata 0,7 meter
- Pelebaran beton bahu jalan: Sepanjang 810 meter dengan lebar rata-rata 0,5 meter di kedua sisi
- Pelebaran jembatan: Dari 4 meter menjadi 7 meter
“Dengan pelebaran tersebut, pengguna jalan tidak perlu lagi bergantian saat melintas di jembatan,” imbuh Nurudin.
Dampak Positif Bagi Warga dan Wisatawan
Ahmad Khafidin mengakui pelebaran jalan membawa dampak positif signifikan, terutama bagi sektor pariwisata. Jalan yang lebih lega membuat arus kendaraan wisatawan semakin lancar.
“Pelebaran jalan ini cukup membantu wisatawan yang lewat dan peningkatan volume wisatawan jadi lebih baik,” ungkapnya.
Jalur Alternatif Pemangkas Waktu
Jalan Rake Kayuwangi memiliki peran strategis sebagai jalur alternatif menuju sejumlah kota besar. Ahmad menegaskan jalur ini sangat vital karena mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan.
“Ini jalan alternatif ke Semarang, Temanggung, Secang, bahkan Jogja dan juga bisa memangkas waktu 30 menit kalau lewat jalan ini daripada lewat Kertek, jadi cukup vital jalan ini,” imbuhnya.
Testimoni Wisatawan: Lebih Nyaman dan Estetik
Asma, salah satu wisatawan yang pernah melintasi jalur ini sekitar dua tahun lalu, menilai perubahan kondisi jalan sangat terasa.
“Iya, mungkin sekitar dua tahun lalu saya ke sini, kalau dilihat iya memang jalannya lebih lebar. Dulu sering macet karena sempit,” ucapnya.
Menurut Asma, kondisi jalan yang lebih lebar membuat perjalanan lebih nyaman dan aman. Bahkan, jalan ini kini memiliki nilai estetika tersendiri bagi wisatawan.
“Ya jadi lebih bagus, bisa foto di pinggir jalan pas lagi sepi kaya sekarang ini, pemandangan bagus hamparan kebun teh dan gunung Sindoro Sumbing ada,” ucapnya.
Harapan ke Depan
Meski mengapresiasi pelebaran di bagian atas jalur, Ahmad berharap bagian bawah yang masih berupa turunan dapat dilebarkan juga untuk meningkatkan keamanan.
“Sekarang jalannya lebih lebar yang bagian atas. Kemungkinan yang rawan sekarang ini jalan yang bawah turunan ini, mungkin nanti ke depan bisa dilebarkan juga,” harapnya.
Melalui rehabilitasi ini, pemerintah berharap akses pariwisata menuju Wonosobo semakin lancar, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dari sektor wisata.




