Kepercayaan Publik terhadap Polri Tembus 79,2%, Kinerja Dittipidum Bareskrim Jadi Motor Utama
Citra Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan tren positif di mata masyarakat. Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis oleh lembaga Indonesia Development Monitoring (IDM) pada Jumat (8/5/2026), tingkat kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara kini mencapai angka signifikan, yakni 79,2%.

Pencapaian ini disebut berkaitan erat dengan keseriusan Polri dalam membongkar berbagai kasus besar yang menjadi atensi publik, terutama melalui Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri.
Korelasi dengan Kepuasan Pemerintahan
Direktur Eksekutif IDM, Dedi Rohman, menjelaskan bahwa tingginya angka kepercayaan ini tidak berdiri sendiri. Ada korelasi kuat antara performa Polri dengan stabilitas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Hasil survei kinerja Polri ini memiliki korelasi yang kuat dengan kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Respons masyarakat terhadap kinerja kepolisian cenderung sangat positif,” ujar Dedi.
Survei ini dilakukan pada periode 7-20 April 2026 dengan melibatkan 1.580 responden di 34 provinsi melalui metode tatap muka langsung. Dengan margin of error sebesar ±2,47%, survei ini juga mencatat bahwa 75,1% responden merasa puas terhadap kinerja Polri dalam memberantas penyakit masyarakat seperti judi, narkoba, perdagangan manusia (TPPO), hingga mafia pangan dan BBM.
Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Salah satu faktor kunci yang mendongkrak kepercayaan ini adalah komitmen Dittipidum Bareskrim Polri dalam penegakan hukum yang profesional dan transparan. Subdirektorat I Keamanan Negara (Kamneg) menjadi sorotan atas keberaniannya menangani kasus internal secara objektif.
Salah satu contoh nyata adalah penanganan cepat perkara penembakan terhadap Kasat Reskrim Polres Solok Selatan, AKP Ryanto Ulil Anshar, di Sumatera Barat. Dalam kasus ini, Polri menunjukkan ketegasan dengan menindak tersangka yang merupakan anggota aktif tanpa memberikan toleransi sedikit pun.
Penyelamatan Aset Negara Triliunan Rupiah
Tak hanya soal pidana kekerasan, Subdirektorat II Harda Bangtah Dittipidum Bareskrim juga menunjukkan tajinya dalam mengamankan kekayaan negara. Melalui pengungkapan jaringan mafia tanah dan penguasaan aset ilegal, Polri berhasil menyelamatkan aset-aset negara bernilai fantastis.
Pencapaian yang paling menonjol adalah penyelamatan aset tanah milik TNI di kawasan Jatikarya. Langkah hukum ini berhasil mengamankan aset negara dengan estimasi nilai mencapai Rp10,6 triliun.
Validitas Data
Dedi Rohman menambahkan bahwa metode tatap muka dipilih untuk memastikan kedalaman jawaban responden terkait isu-isu sensitif di kepolisian.
“Kami melakukan wawancara langsung guna memastikan validitas data terhadap berbagai isu, mulai dari pelayanan publik hingga kedalaman penegakan hukum di tanah air,” pungkasnya.
Dengan angka kepercayaan yang hampir menyentuh 80%, Polri diharapkan dapat terus menjaga konsistensi dalam melayani masyarakat dan menegakkan keadilan secara transparan demi menjaga stabilitas nasional.




