Cuaca Ekstrem Hantam Wonosobo, Puluhan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung — Tidak Ada Korban Jiwa
Cuaca ekstrem berupa hujan intensitas tinggi disertai angin kencang dan petir melanda Kabupaten Wonosobo selama kurang lebih tiga jam pada Minggu (29/3/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo mencatat serangkaian bencana mulai dari pohon tumbang hingga terjangan angin puting beliung di beberapa kecamatan.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Wonosobo, Sabarno, mengonfirmasi tidak ada korban jiwa dalam rentetan kejadian ini. Namun kerugian materiil pada bangunan warga cukup signifikan.
Sapuran Terdampak Paling Parah, 15 Rumah Rusak
Kecamatan Sapuran menjadi wilayah terdampak paling parah akibat terjangan angin puting beliung, tepatnya di Desa Rimpak. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 15 rumah warga mengalami kerusakan serius pada bagian atap.
“Atap rumah warga banyak yang rusak, bahkan ada yang sengnya terlepas seluruhnya akibat terjangan angin,” jelas Sabarno, Minggu malam.
Sementara itu, di Desa Mojosari, Kecamatan Mojotengah, dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan setelah dihantam hujan lebat dan angin kencang. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan penanganan di lokasi.
Pohon Tumbang Sempat Tutup Akses di Leksono
Di Kecamatan Leksono, pohon tumbang sempat melumpuhkan akses transportasi di tiga desa, yakni Desa Pacarmulyo, Desa Durensawit, dan Desa Timbang. Selain menutup jalan, sebuah pohon di Desa Timbang juga dilaporkan menimpa rumah warga.
Namun respons cepat petugas membuahkan hasil. “Seluruh kejadian pohon tumbang di wilayah Leksono sudah berhasil ditangani, sehingga akses jalan kembali normal,” tambah Sabarno.
Belum Ada Warga Mengungsi, BPBD Minta Waspada
BPBD memastikan hingga saat ini belum ada warga yang dilaporkan mengungsi. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah pegunungan Jawa Tengah.
“Kami minta masyarakat lebih waspada, terutama saat kondisi cuaca buruk, serta segera melaporkan jika terjadi kejadian darurat di wilayahnya,” tegas pihak BPBD.
Warga disarankan untuk memangkas dahan pohon yang rimbun di sekitar rumah dan memastikan konstruksi atap dalam kondisi kuat untuk menghadapi potensi angin kencang susulan.




