Musibah kebakaran pemukiman hebat menerpa warga Dusun Krajan, Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026) pagi. Kobaran api yang berkobar cepat menghanguskan 14 rumah, dua gudang, serta satu mushala di kawasan padat penduduk tersebut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wonosobo, dari total 14 rumah terdampak, sebanyak 11 rumah rata dengan tanah terbakar habis, 1 rumah mengalami rusak berat, dan 2 rumah rusak ringan. Selain pemukiman warga, 2 unit gudang dilaporkan rusak berat serta 1 unit mushala mengalami rusak ringan.
Kepala BPBD Wonosobo, Sumekto, menjelaskan bahwa amukan si jago merah pertama kali diketahui muncul sekitar pukul 08.30 WIB dari salah satu bangunan rumah warga sebelum akhirnya merambat luas.
“Kejadian ini mulai sekitar pukul 08.30 WIB. Awalnya satu rumah, kemudian merambat ke rumah yang lain,” terang Sumekto saat dikonfirmasi di lokasi kejadian, Sabtu (12/9/2026).
Terkendala Macet Wisata Dieng dan Jarak Selang
Usai menerima laporan warga, tim Damkar BPBD Wonosobo bersama unsur relawan dan masyarakat langsung menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran serta kendaraan tangki penyuplai air. Meski ketersediaan air mencukupi, proses pemadaman menghadapi tantangan medan yang cukup berat.
Sumekto mengungkapkan, laju armada Damkar sempat terhambat akibat kemacetan arus lalu lintas akhir pekan menuju kawasan wisata Dieng.
“Kebetulan ini hari Sabtu. Hari Sabtu banyak kendaraan dan bus wisata yang menuju ke Dieng. Otomatis memperlambat proses kita untuk membantu pemadaman,” jelasnya.
Selain padatnya lalu lintas jalur utama, posisi permukiman warga yang agak menjorok jauh dari jalan raya membuat petugas harus menyambung selang dalam jarak panjang untuk bisa menjangkau titik pusat api.
Pemilik Rumah Sedang di Ladang, Penyebab Masih Diselidiki
Cepatnya perambatan api dipicu oleh tiupan angin kencang serta kondisi vegetasi pemukiman yang mengering di musim kemarau. Salah satu korban terdampak, Sidiq, mengaku pasrah melihat tempat tinggalnya hangus tak berbekas. Saat peristiwa terjadi, ia sedang mengolah lahan di ladang.
“Saya sempat dari ladang. Sampai di tempat sudah tidak bisa menyelamatkan barang-barang. Api sudah membara,” tutur Sidiq memilu.
Hingga saat ini, BPBD Wonosobo bersama pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti pemicu awal api. Pemerintah Kabupaten Wonosobo bergegas mendata kebutuhan logistik serta menyiapkan bantuan darurat bagi para pengungsi.
Menutup keterangannya, Sumekto mengimbau seluruh warga Wonosobo untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra di tengah musim kemarau panjang, terutama rutin memeriksa instalasi listrik serta memastikan tidak ada sumber api yang menyala saat meninggalkan rumah.




