Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

5 Desa di Wonosobo Wajib Gelar Seleksi Tambahan Jelang Pilkades Serentak 2026
Wonosobo

Pendaftar Membludak, 5 Desa di Wonosobo Wajib Gelar Seleksi Tambahan Jelang Pilkades Serentak 2026

Sebanyak 166 desa di wilayah Kabupaten Wonosobo dijadwalkan bakal menggelar perhelatan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak pada tahun 2026. Dalam proses pendaftaran, dinamika politik tingkat desa mulai menghangat lantaran sejumlah desa mencatatkan jumlah pendaftar melampaui batas kuota maksimal yang ditetapkan regulasi.

5 Desa di Wonosobo Wajib Gelar Seleksi Tambahan Jelang Pilkades Serentak 2026
5 Desa di Wonosobo Wajib Gelar Seleksi Tambahan Jelang Pilkades Serentak 2026

Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (DinsosPMD) Kabupaten Wonosobo, Siti Sri Heni Setyowati, menjelaskan bahwa aturan membatasi jumlah calon kepala desa paling sedikit dua orang dan maksimal lima orang.

“Untuk bakal calon kepala desa diatur dalam regulasinya itu maksimal 5, paling sedikit 2,” kata Heni saat ditemui di kantornya, Senin (31/8/2026).

5 Desa Hadapi Seleksi Tambahan Pendaftar

Pada masa awal pendaftaran, tercatat ada delapan desa yang mengantongi jumlah pendaftar lebih dari lima orang. Desa-desa tersebut meliputi Desa Ngaliyan (Kecamatan Wadaslintang), Desa Pecekelan dan Desa Ngadikerso (Kecamatan Sapuran), Desa Karangluhur dan Desa Kapencar (Kecamatan Kertek), Desa Sukorejo (Kecamatan Mojotengah), Desa Menjer (Kecamatan Garung), serta Desa Tambi (Kecamatan Kejajar).

Namun, pasca-proses verifikasi berkas administrasi pada 28 Agustus 2026, jumlah desa yang wajib menggelar seleksi tambahan menyusut menjadi lima desa.

Hal ini terjadi setelah satu pendaftar di Desa Pecekelan memutuskan mengundurkan diri. Sementara di Desa Karangluhur dan Desa Kapencar, masing-masing terdapat satu pendaftar yang tidak lolos verifikasi syarat administrasi. Komposisi pendaftar di ketiga desa tersebut pun otomatis berkurang dari enam menjadi lima orang.

“Sekarang tinggal lima desa (yang bakal menggelar seleksi tambahan),” ungkap Heni.

Indikator Penilaian Seleksi Tambahan

Untuk lima desa yang masih memiliki lebih dari lima orang pendaftar, panitia wajib menggelar tahapan seleksi lanjutan guna mengerucutkan daftar menjadi lima calon terbaik.

Mekanisme seleksi tambahan ini mengacu pada indikator resmi yang diatur regulasi, antara lain:

  • Rekam jejak pengalaman kerja di lembaga pemerintahan/desa

  • Rentang usia

  • Jenjang pendidikan

  • Ujian Tertulis untuk menentukan peringkat lima besar calon yang berhak maju.

Coblosan Konvensional Digelar 25 November 2026

Setelah penetapan calon dan pengundian nomor urut selesai, tahap pemungutan suara Pilkades Serentak Kabupaten Wonosobo diagendakan berlangsung pada 25 November 2026.

Heni mengonfirmasi bahwa metode pencoblosan surat suara masih menggunakan cara konvensional.

“Iya itu masih sama pilkades dulu, dicoblos,” terangnya.

Selain fenomena lonjakan pendaftar, Heni turut menyoroti munculnya kandidat dari kalangan generasi muda, meski DinsosPMD hingga kini belum melakukan klasifikasi data statistik berbasis rentang usia.

Pengawasan Ketat & Imbauan Jagani Kerukunan

Demi menjaga kondusivitas, skema pengawasan Pilkades dilaksanakan secara berjenjang dan komprehensif, mulai dari Panitia Desa, BPD, Pemerintah Desa, Kecamatan, hingga Panitia Tingkat Kabupaten. Sektor pengamanan juga diperkuat oleh personel gabungan TNI, Polri, Satpol PP, dan Kesbangpol.

Pemerintah Kabupaten Wonosobo saat ini tengah mematangkan sistem informasi pendukung serta penyediaan Posko Pilkades.

Mengakhiri keterangannya, Heni mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat serta aparatur untuk senantiasa mengedepankan asas netralitas dan menjaga kondusivitas wilayah. Menurutnya, gesekan Pilkades sangat sensitif karena bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga.

“Mungkin coblosnya hanya sehari, tapi dampaknya kadang kita sampai 8 tahun. Kalah menang itu kan suatu hal yang biasa, jadi harus tetap merawat kerukunan,” tandas Heni.

error: Content is protected !!