Solidaritas Tanpa Batas: NU Care-LAZISNU Wonosobo Himpun Donasi Rp185 Juta untuk Korban Kebakaran Desa Tieng
Gelombang kepedulian masyarakat untuk korban bencana kebakaran di Desa Tieng, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo, terus mengalir deras. Gerakan kemanusiaan yang dikelola oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Wonosobo melalui NU Care–LAZISNU, berkolaborasi dengan MWCNU Kejajar dan Posko NU Peduli Kebakaran Tieng, berhasil menggalang donasi uang tunai hingga tembus lebih dari Rp185 juta.

Berdasarkan rekapitulasi data Posko Tanggap Bencana NU Ranting Tieng per 22 September 2026, dana yang terhimpun secara langsung di posko mencapai Rp158.257.000. Sementara itu, donasi yang masuk melalui saluran rekening resmi (BRI dan DANA) tercatat sebesar Rp27.526.788.
“Dengan demikian, total donasi uang yang tercatat mencapai Rp185.783.788. Jumlah ini di luar berbagai bantuan logistik dalam bentuk barang yang juga mengalir sangat banyak,” ungkap Ketua NU Care-LAZISNU PCNU Kabupaten Wonosobo, H. A. Mukholis, Rabu (23/9/2026).
Gerakan Gotong Royong Lintas Elemen
Mukholis yang juga menjabat sebagai Direktur PKBM Prospek Wonosobo ini menjelaskan bahwa keberhasilan penggalangan dana ini tidak lepas dari kuatnya jaringan kultural dan struktural NU, serta partisipasi aktif elemen masyarakat luas.
Bantuan datang bergelombang dari struktur MWCNU, Ranting NU, Badan Otonom (Banom) seperti Ansor-Banser, lembaga pendidikan, KBIHU, IPHI, jamaah pengajian, komunitas lokal, hingga donatur perorangan. Bahkan, warga NU Ranting Tieng sendiri secara swadaya berhasil menggalang dana internal sebesar Rp23.845.500.
“Yang membuat kami terharu bukan hanya angka donasinya, melainkan empati di baliknya. Ada yang menyisihkan sebagian kecil rezekinya, ada yang menghimpun dari jamaah Yasinan, lembaga, dan komunitas. Semuanya bertemu dalam satu nilai: kepedulian,” tutur Mukholis.
Komitmen Menjaga Transparansi dan Amanah Umat
Menanggapi besarnya kepercayaan publik, NU Care–LAZISNU Wonosobo berkomitmen menjaga transparansi pengelolaan dana agar tepat sasaran dan berdaya guna bagi pemulihan ekonomi serta fisik para korban terdampak.
“Donasi ini bukan milik LAZISNU, melainkan amanah umat. Tugas kami adalah mengawal agar setiap rupiah sampai kepada yang berhak dan digunakan sebaik-baiknya untuk membantu masa pemulihan warga Desa Tieng,” tegas Mukholis.
Posko Peduli: Simbol Bahwa Warga Tieng Tidak Sendirian
Sementara itu, Ketua MWCNU Kejajar, H. Khudlaifah Madjid, selaku penanggung jawab Posko NU Peduli Kebakaran Tieng menegaskan bahwa keberadaan posko di lapangan berfungsi sebagai pusat mitigasi, pencatatan logistik, dan titik temu penyaluran bantuan agar tidak terjadi penumpukan.
Selain bantuan tunai, posko juga menerima gelombang bantuan logistik berupa beras, mi instan, pakaian layak pakai, hingga kebutuhan pokok harian.
“Bagi kami, hal yang terpenting adalah bagaimana warga yang tertimpa musibah merasakan bahwa mereka tidak sendirian. Ada saudara-saudara mereka yang datang, menguatkan, dan membantu mereka bangkit kembali,” pungkas mantan anggota DPRD Wonosobo tersebut.




