Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

WARGA WONOSOBO PROTES JALAN RUSAK DENGAN CARA UNIK
Wonosobo

Warga Protes Jalan Rusak di Ruas Kalibeber-Krinjing Wonosobo, Tanam Pohon Pisang dan Mancing di Tengah Jalan

Ruas jalan kabupaten yang menghubungkan Kelurahan Kalibeber, Kecamatan Mojotengah dengan Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang, Kabupaten Wonosobo, kondisinya memprihatinkan. Dari total panjang ruas sekitar 12 kilometer, sekitar 8 kilometer di antaranya banyak yang rusak parah — sebagian besar berada di wilayah Kecamatan Mojotengah. Meski ada beberapa juga yang mulus.

Kerusakan merata di sepanjang ruas yang melewati Kelurahan Kalibeber, Desa Sukorejo, Desa Derongisor, hingga Desa Deroduwur. Sementara ruas di sisi Desa Krinjing, Kecamatan Watumalang sepanjang 4 kilometer, kondisinya relatif mulus.

Kondisi yang sudah berlangsung sekitar sepuluh tahun ini akhirnya memantik aksi protes warga yang unik dan menarik perhatian publik.

WARGA WONOSOBO PROTES JALAN RUSAK DENGAN CARA UNIK
WARGA WONOSOBO PROTES JALAN RUSAK DENGAN CARA UNIK

Tanam Pisang dan Mancing di Lubang Jalan

Rasa lelah dan frustrasi warga atas jalan yang tak kunjung diperbaiki akhirnya meluap dalam sebuah aksi damai yang kreatif pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026. Warga menanam pohon pisang dan memancing di genangan air yang menggenang di lubang-lubang jalan — sebuah sindiran telak atas kondisi infrastruktur yang dibiarkan rusak bertahun-tahun.

Warga juga membentangkan spanduk berisi tuntutan agar pemerintah segera melakukan perbaikan menyeluruh. Aksi ini semakin terasa relevan di tengah ramainya perbincangan soal kenaikan pajak kendaraan bermotor yang belakangan menjadi sorotan masyarakat.

Koordinator aksi, Hendri, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan mewakili golongan atau kepentingan tertentu, melainkan suara keresahan seluruh lapisan masyarakat yang sudah memuncak.

“Ini bukan golongan atau individu tertentu, tapi keresahan masyarakat yang sudah memuncak. Keluhan utama adalah jalan rusak yang tidak kunjung diperbaiki,” ujarnya.

Hendri menambahkan, meski beberapa kali dilakukan penambalan, kondisi jalan selalu cepat kembali rusak. Dampaknya pun dirasakan luas oleh masyarakat. “Dampaknya sangat besar, mulai dari efisiensi waktu, aktivitas ekonomi, hingga keselamatan pengguna jalan,” katanya.

Akses Vital: Pondok, Wisata Religi, hingga Pertanian

Jalan ini bukan sekadar penghubung antardesa dan antarkecamatan biasa. Ruas Kalibeber–Krinjing merupakan akses utama menuju pondok pesantren di Desa Deroduwur, sekaligus jalur wisata religi yang ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah — terutama ke makam KH Muntaha Al Hafizh dan KH Asy’ari yang banyak dikunjungi pada akhir pekan.

Kerusakan jalan tentu menyulitkan para peziarah, santri yang pulang pergi ke pondok, maupun petani yang mengandalkan ruas ini untuk mengangkut hasil panen. Kondisi paling berbahaya terjadi saat malam hari atau musim hujan, ketika lubang-lubang dalam tertutup genangan air sehingga sulit terdeteksi dan kerap memicu kecelakaan.

Dinas PU Mulai Bergerak

Pantauan di lapangan pada sore hari setelah aksi berlangsung menunjukkan adanya respons awal dari Dinas Pekerjaan Umum. Petugas terlihat mulai menimbun lubang-lubang yang rusak dengan pasir sebagai langkah darurat sementara.

Langkah ini disambut positif oleh warga, meski mereka berharap perbaikan yang dilakukan bukan sekadar tambal sulam, melainkan perbaikan menyeluruh dan permanen agar akses ekonomi pertanian, wisata religi, dan pendidikan di kawasan tersebut benar-benar dapat berjalan lancar.

Warga kini menunggu komitmen nyata dari Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk segera menuntaskan perbaikan jalan yang sudah lama mereka nantikan.

error: Content is protected !!