Longsor terjadi di sejumlah titik di tiga kecamatan di Wonosobo, Sabtu (7/2/2026) malam. Kejadian akibat cuaca buruk ini mengakibatkan satu warga tewas dan beberapa orang terluka.

Hujan Deras 4 Jam Picu Longsor di Wonosobo
Koordinator TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonosobo Sabarno mengatakan, longsor dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Wonosobo selama empat jam. Tak hanya longsor, cuaca ekstrem juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang dan menutup ruas jalan Wonosobo-Banjarnegara.
Longsor Wonosobo ini terjadi di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Leksono, Selomerto, dan Kalikajar.
Longsor di Kecamatan Leksono: 1 Tewas, 2 Luka
Di Kecamatan Leksono, longsor dilaporkan terjadi di dua desa. Peristiwa pertama terjadi di Dusun Sradil, Desa Besani, Leksono.
Longsor menimpa sebuah rumah warga.
“Akibat kejadian tersebut, satu orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit,” ungkap Sabarno, Minggu (8/2/2026).
Longsor di Dusun Wonokasihan Tewaskan 1 Orang
Masih di kecamatan yang sama, longsor juga terjadi di Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Leksono, Wonosobo. Material longsoran menimpa rumah warga hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia.
Selain korban jiwa, satu warga lain mengalami luka ringan dan saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
“Di lokasi ini, BPBD masih melakukan proses pendataan. Penanganan di lokasi terdampak masih terus dilakukan,” lanjut Sabarno.
Longsor di Kecamatan Selomerto Tutup Akses Jalan
Sementara itu, dampak cuaca ekstrem juga dirasakan di Kecamatan Selomerto. Di Desa Plobangan, tanah longsor menutup akses jalan di sekitar area Makam Ki Ageng Wanusaba.
Pohon Tumbang Tutup Jalan Provinsi Wonosobo-Banjarnegara
Masih di Kecamatan Selomerto, kejadian berbeda terjadi di Desa Gunung Tawang. Sebuah pohon tumbang dilaporkan menutup ruas Jalan Provinsi Wonosobo-Banjarnegara, yang sempat mengganggu arus lalu lintas.
“BPBD bersama unsur terkait telah melakukan penanganan cepat dan akses jalan kini telah berhasil dibuka kembali, serta dinyatakan selesai ditangani,” jelasnya.
Longsor di Kecamatan Kalikajar Tutup Jalan Kabupaten
Selain itu, bencana tanah longsor juga terjadi di Kecamatan Kalikajar, tepatnya di Desa Perboto. Longsoran tanah menutup ruas Jalan Kabupaten Perboto-Mungkung sehingga sempat menghambat mobilitas warga.
Rekapitulasi Korban dan Kerusakan
Secara keseluruhan, BPBD Wonosobo mencatat:
- 1 korban meninggal dunia – Di Dusun Wonokasihan, Desa Sojokerto, Leksono
- 2 korban luka ringan – Di Desa Besani dan Desa Sojokerto, Leksono
- Beberapa titik jalan tertutup longsor – Di Leksono, Selomerto, dan Kejajar
- Pohon tumbang – Jalan Provinsi Wonosobo-Banjarnegara
Semua korban luka ringan telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.
“Penanganan sudah dilakukan sejak tadi malam dan sebagian dilanjutkan hari ini,” imbuh Sabarno.
Imbauan BPBD Wonosobo
BPBD Wonosobo mengimbau masyarakat tetap waspada, khususnya bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan dekat dengan lereng perbukitan.
Mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi, masyarakat diminta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan tanda-tanda pergerakan tanah atau kondisi yang membahayakan.
Tanda-Tanda Bahaya Longsor
⚠️ Waspadai tanda-tanda berikut:
- Retakan tanah di lereng atau dinding rumah
- Suara gemuruh dari lereng bukit
- Air sumur tiba-tiba surut atau keruh
- Munculnya mata air baru
- Pohon atau tiang listrik miring
- Hujan deras berkepanjangan (lebih dari 2 jam)
- Tembok rumah retak atau bergeser
Langkah Antisipasi
✅ Segera evakuasi ke tempat aman saat hujan deras ✅ Siapkan tas siaga bencana ✅ Jauhi lereng, tebing, dan sungai ✅ Laporkan tanda-tanda longsor ke BPBD ✅ Ikuti arahan petugas berwenang
Dengan sekitar 75% wilayah Wonosobo masuk kategori rawan longsor sedang, kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting untuk meminimalkan korban dan kerugian akibat bencana longsor.




