Wonosobo News

Berita Terkini dan Hiburan Wonosobo

ADVERTISEMENT

728 x 90

ADVERTISEMENT

728 x 90

Upaya Maraton Pemkab Wonosobo Atasi Banjir
Wonosobo

Upaya Maraton Pemkab Wonosobo Atasi Banjir: Dari Normalisasi Hingga Rencana Sodetan Besar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo terus berpacu dengan waktu untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda sejumlah titik strategis. Meski berbagai langkah darurat telah dijalankan, tantangan di lapangan—mulai dari sedimentasi hingga perilaku buang sampah—masih menjadi kerikil tajam dalam penuntasan masalah ini.

Salah satu fokus utama penanganan berada di kawasan Desa Jawar dan sekitar Rumah Sakit (RS) Asifa, yang menjadi langganan genangan air setiap kali hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Progres Penanganan: Durasi Surut Lebih Cepat

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum, Budi Setiyono, menyatakan bahwa normalisasi drainase dan pembersihan gorong-gorong mulai menunjukkan hasil, meski belum bersifat permanen.

“Alhamdulillah, upaya kami sudah cukup membantu mengurangi durasi banjir. Jika sebelumnya genangan bisa bertahan lama, sekarang dalam waktu sekitar 30 menit air sudah surut,” ujar Budi pada Selasa (7/4/2026).

Sampah Hulu dan Sedimentasi Jadi Penghambat

Budi mengungkapkan bahwa kendala utama di lapangan sering kali bukan hanya soal kapasitas drainase, melainkan sumbatan material dari luar. Salah satu kasus yang menonjol adalah tersangkutnya sampah bambu di area jembatan yang memicu luapan air ke jalanan dan pemukiman.

Selain sampah, tantangan teknis lainnya meliputi:

  • Sedimentasi Tinggi: Penumpukan lumpur di gorong-gorong yang mempersempit ruang aliran air.

  • Bangunan Pengambilan Air (Anggel): Banyaknya bangunan ilegal atau pemanfaatan saluran irigasi oleh warga yang menyebabkan sedimen tertahan.

Solusi Jangka Panjang: Rencana Pembangunan Sodetan

Menyadari bahwa pembersihan rutin hanya bersifat sementara, Pemkab Wonosobo tengah menggodok rencana strategis berupa pembangunan sodetan.

Saluran baru ini direncanakan akan membagi debit air dari saluran irigasi di posisi yang lebih tinggi, sehingga beban air yang masuk ke titik rawan banjir dapat berkurang drastis.

  • Koordinasi: Pemkab telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

  • Kendala: Membutuhkan anggaran besar serta ketersediaan lahan yang memadai.

Penanganan Darurat Longsor dan Sinergi Warga

Tak hanya banjir, ancaman longsor akibat gerusan air juga menjadi perhatian. Pemerintah telah melakukan langkah mitigasi darurat berupa:

  1. Pemasangan Karung Pasir: Ditempatkan setinggi 1,5 meter di titik-titik kritis untuk melindungi infrastruktur.

  2. Pemasangan Bronjong: Pemkab telah mengajukan bantuan bronjong ke pihak Balai untuk memperkuat tebing yang tergerus.

Menariknya, semangat gotong royong warga Wonosobo masih sangat tinggi. Warga menyatakan kesiapan untuk membantu secara swadaya, baik dalam bentuk tenaga kerja maupun material batu, demi mempercepat proses perbaikan.

Komitmen Pemerintah

Banjir di Wonosobo bukan sekadar masalah genangan, namun sudah berdampak pada kerusakan rumah warga. Pemkab Wonosobo menegaskan komitmennya untuk menangani masalah ini secara bertahap dan sistematis, memadukan respons cepat di lapangan dengan perencanaan infrastruktur jangka panjang yang lebih kokoh.

error: Content is protected !!